PENILAIAN BELAJAR DALAM KELAS

1. Penilaian dalam Kelas
Studi kasus dalam permulaan bab ini menggambarkan tugas dasar guru yang begitu sulit dalam bekerja yaitu penilaian-penilaian dalam kelas melibatkan semua proses alat yang digunakan guru dalam mengambil keputusan tentang kemajuan siswanya.

Termasuk pengamatan terhadap pekerjaan rumah siswa dan pekerjaan di . sekolah, respon siswa dalam menjawab pertanyaan, dan hasil tes yang dibuat oleh guru. Termasuk penilaian yang autentik seperti memperbaiki mesin pada siswa otomotif, mengajarkan kembali topik pada siswa, dan menyediakan bahan pelajaran.

1.1 Fungsi Penilaian dalam Kelas
Untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan tentang kemajuan belajar (a) meningkatkan belajar (b) peningkatan motivasi (Crooks, 1988)
Belajar dan penilaian memiliki hubungan yang erat. Siswa belajar lebih banyak dalam kelas dimana penilaian adalah bagian Integral pengajaran dari pada tanpa penilaian, singkatnya frekuensi penilaian adalah lebih efektif dari pada lamanya . (Bangert — Drowns, Kulik dan Kulik, 1991 Desember 1991; Kika, Molavghlin, dan Dixon, 1992.

Hubungan antara tes dan motivasi kontraversional sebab idealnya, siswa seharusnya termotivasi untuk belaiar dari keinginannya sendiri. Dan juga kritik yang berpendapat bahwa penilaian dapat mengurangi motivasi. Kenyataannya meskipun bukti-bukti banyak terjadi akan alasan (Crooks, 1988)
Pikirkan pengalamanmu, dikelas yang mana anda paling banyak belajar ? bagi banyak siswa kelas itu adalah suatu dimana mereka sering atau banyak dinilai.Penilaian adalah semacam kendaraan penyedia imformasi, yang tidak banyak mengetahui bagaimana siswa belajar tapi juga cara belajarnya. (Krook 1988)

1.2 Pengukuran dan Evaluasi

Terdapat dua proses fundamental yang terdapat dalam penilaian yaitu:
– Pengakuan, yang termasuk semua informasi yang diukumpulkan oleh guru sebagai bagian dari proses penilaian.
– Evaluasi, mengacu kepada keputusan yang diambil oleh guru dalam dasar pengukuran.

Guru efektif menggunakan satu jarak sebagai alat pengukur untuk mengetahui perbedaan aspek pembelajaran siswa. Pada tabel 13.1, menggunakan kertas tradisional dan format pensil yang mana memakai format pilihan untuk mengetahui nilai susunan berpikir yang lebih tinggi dan kemampuan mengatasi masalah.

Proses pemberian tingkatan tugas adalah yang umumnya guru pikirkan sebagai evaluasi. Sebagai bagian proses dan hal lain yang perlu dipertimbangkan yaitu kapan menilai , bentuk penilaian, kapan mengajarkan kembali suatu topik ,contohnya keputusan Kathi memberi tes pada hari kamis adalah evaluasi, dan respon lisan siswa, pekerjaan rumah mereka, skor kuis adalah pengukuran yang dia gunakan untuk mengambil keputusan.
Gambar 13.1 (Format Pengukuran Alternatif Tradisional)
Format Pengukuan Tradisional Format Pengukuran Pilihan
Benar – Salah Model tugas spesifik
Pilihan ganda Timed trial
Memasangkan Jurnal
Pengisian Tugas kelompok
Jawaban singkat dan terbuka Debet
Respon paragraf pada pertanyaan spesifik Simulasi
Essay Prestasi individual

I.2.I. Pengukuran Formal dan informal
Pengukuran tidak formal adalah pengukuran yang diambil secara insidental ( tidak sengaja ) seperti mendengar komentar dan jawahan siswa, melihat perhatian siswa. Sedangkan pengukuran formal adalah proses pengumpulan informasi secara sistimatis. tes dan kuis adalah pengukuran formal. Seperti pengamatan pada guru dalam mengamati banyaknya sit-ups yang siswa dapat lakukan.
1.2.1. Kebutuhan Akan Penilaian yang Sistematis
Pengukuran yang tidak formal penting dalam membantu guru membuat keputusan jadwal yang diperlukan tiap kelas. Kathi menggunakannya dalam membantu membuat keputusan kapan berhenti duduk- bekerja dan kapan waktunya memberi tes. Siapa yang semestinya mereka panggil, dan kapan rnereka seharusnya berhenti dari satu aktifitas dan pindah ke hal lain.
Pengukuran tidak formal mempunyai umpan balik penting, sebab guru tidak mendapatkan imformasi cara dari tiap siswa. Mereka tidak tahu tentang kemajuan tiap siswa. Menyimpulkan semua mengerti terhadap suatu ide dengan respon dari hanya beberapa siswa dapat nenjadi salah.
Tanpa sadar, guru terkadang membuat keputusan penting dengan dasar pengukuran tidak formal. Siswa yang siap menjawab dan mempunyai personalitas sering diberi nilai dari pada mereka yang kurang. Lebih lanjut, siswa yang secara fisik lebih menarik dari pada yang lain dianggap lebih oleh gurunya. ( Rifts, Patterson, dan Tubbs, 1992 ). Mengumpulkan informasi sistimatis tentang kemajuan tiap siswa adalah suatu cara mencegah terjadinya suatu bias.
Peniaian sistimatis secara khusus penting pada tingkatan di bawah”menengah” dimana guru sering mengandalkan penilaian pada penampilan seperti tulisan tangan, identifikasi verbal pada tulisan angka untuk membuat keputusan.

1.3. Validitas : Membuat Keputusan tentang Evaluasi yang Tepat

Validitas maksudnya bahwa penilaian mengukur apa yang semestinya diukur termasuk “kecukupan dan ketepatan interpretasi yang dibuat dari penilaian dengan hal-hal yang lebih khusus. ( Granlund dan Linn, 1995, 47).Validitas menggambarkan hubungan antara informasi yang dikumpulkan dan keputusan yang dibuat dari informasi (Shepard, 1993). Dari satu tujuan pengajaran ini, validitas artinya sejauh mana satu pengukuran sesuai antara tujuan dan pengajaran.
Konsep validitas adalah jantung dari kontroversial dalam penilaian. Contoh, banyak kritik berpendapat bahwa tes standar akan menghasilkan bias dan sebagai hasilnya, tidak valid bagi siswa minoritas ( Helm.s, 1992 ).

Kritik lain menganggap bahwa respon dari pernyataan mengurus keterampilan tanpa konteks jenis tcs standar memberi pemahaman siswa yang tidak valid. Peryataan menyumbangkan gerakan pada “pilihan” atau autentik'” bernilai. (Herman, Aschbacher, dan Winters, 1992; Moss, 1992 ).Dalam ruang kelas, validitas terjadi ketika keputusan penilaian dibuat atas dasar kepribadian, penampilan dan faktor lain yang tidak berhubungan dengan tujuan pelajaran. Juga guru yang memberi nilai rendah pada tulisan karena kotor adalah kriteria yang tidak valid. Dan hal ini dilakukan tanpa sadar, tanpa menyadari bahwa dasar penilaian guru pada penampilan bukan isi dari tulisan itu.

Tujuan dari diskusi ini adalah menekankan pada kesadaran dan kehatia-hatian dalam penilaian dibutuhkan dalam proses pengukuran. Guru yang terus mencari cara untuk rneningkatkan penilaian, menganalisa bentuk dari respon siswa, dan merevisi pengukuran mereka dan menigkatkan validitas dari sistem peniaian mereka. Ini adalah bagian dari tingkah laku refleksi.

1.4. Reliabilitas: Kemantapan dalam Pengukuran

Reliabilitas menggambarkan keadaan dimana pengukuran itu konsisten. Pengukuran tak terpercaya tidak dapat sah meskipun pengukuran konsisten dengan tujuan guru.

Pergaruh dari pengskoran terhadap keterpercayaan digambarkan pada esai yang tidak terpercaya. Penelitian menunjukkan perbedaan pengajaran dengan latar berlakang yang sama (Lindeman dan Ivlarenda, 1979). Ketika terjadi ketidak konsistensian kurang terpercaya membuatnya tidak valid.

Pengukuran informal sering tidak terpercaya, sebab, contohnya tidak semua siswa merespon pertanyaan yang sama, ketidakpastian pada wajah seorang siswa tidak bermaksud siswa lain bingung, jawaban yang cepat dan pasti dari seorang siswa tidak berarti seluruh kelas itu mengerti pada topik. Solusinva adalah penggunaan formal dan penilaian yang lebih terpercaya.

2. Penilaian Tradisional

Cara guru menilai belajar, dan cara umum sebagai bagian belajar akan terus dinilai, melalui penggunaan tes berantai dari guru. Ketika tes itu tersusun dan didesain dengan baik, menyediakan penilaian yang valid dari banyak aspek kemajuan siswa (Gronlund k Linn, 1995).

2.1.Pola Penilaian Guru
Pola penilaian guru yaitu sebagai berikut :
Mengukur Penampilan Guru mengandalkan contoh pekerjaan siswa (kemampuan membentuk angka, menulis surat, mengevaluasi belajar siswa (Iv Mrso&Pigge,1992).
Pengukuran Informal Pengambilan nilai pada pengukuran informal tidak memiliki jadwal yang teratur. Guru terkadang memberi latar belakang dan sosial karakteristik yang lebih pada pendekatan kemampuan.
Tes Komersial Ketika mengerjakan tugas, guru sangat tergantung pada tes yang dipersiapkan dan diterbitkan secara komersial.
Penekanan pada Tujuan Efektif Guru menekankan tujuan seperti “kerjasama dengan yang lain” (Salmon-Cox, 1981). Dalam satu analisis di taman kanak-kanak dilaporkan bahwa 1/3 orang tua disebabkan oleh faktor intrapersonal dan interpersonal (Freeman&Hatc,1985).

2.2.Membuat Pola-pola Item Yang Valid

Soal menjadi valid, jika siswa mengerti jawaban soal dengan benar dan jika tidak mengerti akan salah. Jika kunci jawaban terdapat pada soal, maka siswa akan menjawab dengan benar tanpa memahami topik. Guru mengerti bahwa mereka mempunyai kesulitan dalam menulis soal yang efektif tapi percaya bahwa masalah dapat dikurangi melalui pelatihan dan kesadaran (Carter, 1986).

Format soal dibedakan atas dua, pertama format.jawaban dipilih yaitu siswa memilih jawaban yang benar dari daftar pilihan (pilihan guru). Benar-salah, menjodohkan, format supply yaitu siswa mengahasilkan jawaban sendiri (melengkapi, dan essay) Stiggins, 1994. Kedua, mengukur objektivitas dimana kemampuan orang yang diuji akan mendapatkan skor yang sama. Contohnya pilihan ganda, dimana subjektivitas tes adalah satu yang dipengaruhi oleh pendapat dan penilaian orang yang memeriksa (essay tes).
2.2.1. Soal-soal Pilihan Ganda
Adalah model soal yang paling efektif dalam menyiapkan validitas dan reliabilitas soal pada tingkat pemikiran yang berbeda, banyak tes standar ditulis dalam bentuk ini (Gronlund, 1993). Menyarankan supaya guru mencoba menulis soal ganda kemudian mengganti ke format lain.
2.2.2. Soal Benar-Salah
Seperti diketahui bahwa format benar-saiah meliputi pernyataan menyelang-menyelingkan kompleksitas dimana siswa-siswa harus menentukan pilihan mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena menduga faktor dan tendensi untuik rnenggunakan soal-soal benar-salah ini untuk mengukur hasil pada level yang lebih rendah, maka soal-soal benar- salah seharusnya digunakan dengan format (Grounlund-Linu, 1995).
2.2.3. Soal menjodohkan
Format menjodohkan adalah suatu variasi- variasi pada petanyaan- pertanyaan pilihan ganda dan merupakan hal yang efektif. Ketika pilihan sama digunakan dalam item soal yang seri (Stinggins, 1994).
2.2.4. Soal -soal Melengkapi
Soa1-soal melengkapi mencakup suatu pertanyaan atau pernyataan yang tidak lengkap, sehingga menuntut siswa untuk menyiapkan kata-kata, angka-¬angka simbol-simbol yang tepat/cocok. Format ini cukup banyak digunakan karena kelihatannya cukup mudah untuk dibuat.
2.2.5. Soal Essay : Mengukur Hasil Yang Kompleks
Sering kali dibutuhkan “kernampuan untuk mengatur ide” kemampuan untuk membuat dan mempertahankan suatu argumen. Soal essay memiliki beberapa kelemahan diantaranya yaitu :
– Menskor membutuhkan waktu yang banyak
– Menskor selalu, subyektif dan sering kali reliabel
– Item soal essey sangat dipengaruhi dengan keterampilan menulis. Jika tidak, maka hal itu dapat mengacaukan item soal tersebut.
– Tata Bahasa, kesalahan ejaan dalam menulis tangan cenderung mempengaruhi skor.
2.3.Membuat Persiapan Tes Komersial

Banyak guru tergantung pada tes dalam buku, buku panduan guru, dan materi kurikulum lain yang dipersiapkan. Meskipun menggunakan tes ini jelas menghemat waktu, mereka harus berhati-hati dengan alasan sebagai berikut :
 Tujuan yang dimuat dalam kurikulum bisa jadi tidak sama dengan tujuan untuk siswa jika tes tidak menggambarkan tujuan dan pengajaran di kelas, maka dianggap tidak valid.
 Penekanan. Tes tergambar dalam penekanan pembuat kurikulum, meskipun dengan tujuan yang sama, penekanan terpantul pada tes yang dikomersialkan bisa jadi tidak paralel.
 Kualitas. Mungkin faktor terpenting, banyak tes komersil yang dipersiapkan memiliki kualitas rendah dan ditulis pada tingkat rendah, siswa hanya mengingat dari pada berpikir secara sistematis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s