The Need For Guidance Group

Kegiatan Bimbingan Kelompok melalui Diskusi model Jigsaw Pada Mahasiswa PGSD S1 Olahraga FIK UNMBIMBINGAN KELOMPOK

Sejak tahun 1920-1n istilah Bimbingan dan pendidikan memiliki arti yang tidak jauh berbeda satu sama lain. Bentuk pelaksanaan bimbingan kelompok secara klasikal (group guidance class) menjadi ciri khas dari model bimbingan, sebagaimana dikembangkan oleh john M.Brewer dalam bukunya Education and Guidance (1932). Brewer berpendapat bahwa tugas pokok semua tenaga pendidik adalah mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan sedemikian rupa sehingga bermakna dan memberikan kepuasan, seperti bidang kesehatan, bidang kehidupan keluarga, bidang pekerjaan, rekreasi, bidang pendalaman pengetahuan & bidang kehidupan masyarakat. Dengan demikian bukan hanya ragam bimbingan jabatan yang diberikan, melainkan ragam bimbingan sangat bervariasi, seperti bimbingan belajar, bimbingan rekreasi, bimbingan kesehatan, bimbingan moral dan bimbingan perkembangan. Pada masa itu hampir semua sekolah di jenjang pendidikan menenganh mengelola suatu program bimbingan selompok secara klasikal, dengan memanfaatkan satuan/groub siswa yang dibentuk untuk keperluan administrasi dan peningkatan interaksi siswa dari berbagai tingkatan kelas (hoom room) untuk keperluan bimbingan kelompok yang berpola demikian, dikarang dan diterbitkan banyak guku pengangan.

Tidak sedikit kegiatan bimbingan kelompok ini mengalami kegagalan karena sumber tenaga pengelolanya adalah guru-guru bidang studi yang memperlakukan pelajaran bimbingan (guidance course) diberbagai bidang kehidupan akademik baru, dan merapkan berbagai prosedur pengajaran yang mereka kenal. mereka tidak menyadari bahwa tujuan pelayanan bimbingan berbeda dengan tujuan pengajaran dan seluruh prosedur mendampingi siswa dalam study akademik tidak dapat diterapkan begitu saja pada pengelolaan program bimbingan di kelas, sekorang-kurangnya bukan prosedur didaktis tradisional yang masih banyak digunakan pada waktu itu. Disamping itu mereka vbelum mengenal bidang ilmu terapan baru yang berkembang kemudian yaitu : dinamika kelompok,sehingga mereka belum mampu menerapkan pelayanan bimgingan dalm bentuk kelompok, oleh karena itu banyak sekolah yang menghapus program bingingan kelompok secara klasikal karena dianggap sangat membosankan dan memusingkan pimpinan sekolah.
Setelah Lahirnya cabang keilmuan baru, pada pertengahan 1930-an, yang mempelajari khusus cara anggota dalam suatu kelompok orang berinteraksi satu sama lain dan beroperasi bersama. Kegiatan interaksi satu dengan yang lain dalm kelompok dipelopori oleh para ahli pada bidang sosiologi, ilmu psikologi dan manajemen perindustrian kemudian melahirkan terpan kegiatan yang dinamakan dinamika kelompok ( Group Dynamics). Peneliti yang paling terkenal antara lain Kurt Lewin dan Ronald Lippit. Kegiatan-kegiatannya disponsori oleh The National Training Laboratory, yang didirikan pada tahun 1946 dan menyelenggarakan sejumlah lokakarya dalam pengelompokan kelompok.

Pustaka :
Winkel. dkk. 2007. Bimbingan dan Konseling. Media Abadi. yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s